Membuat Research Design : Klasifikasi Desain Riset

Setelah kita mengetahui masalah riset, langkah selanjutnya adalah membuat desain riset yaitu sebuah bingkai kerja untuk melakukan riset. Desain riset ini memuat prosedur yang digunakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah riset. Jika pendekatan masalah merupakan “cara menjawab secara garis besar”, maka desain riset adalah “cara menjawab secara detail”.

Secara umum, riset diklasifikasikan menjadi 2 yaitu: riset eksploratori (exploratory research) dan riset konklusif (conclusive research). Riset eksploratori biasa dikenal dengan metode riset kualitatif, sementara riset konklusif dikenal sebagai metode riset kuantitatif.


A. Metode Riset Eksploratori (Exploratory Research)
Pengertian riset eksploratori adalah riset yang ditujukan untuk mengeksplor atau untuk mengumpulkan pemahaman mendalam mengenai suatu masalah, bukan untuk menguji variabel karena variabel-tersebut biasanya belum diketahui dan baru akan diketahui melalui riset. Riset eksploratori bersifat fleksibel dan tidak terstruktur. Umumnya riset ini berbentuk riset kualitatif dengan metode pengumpulan data yang lazim digunakan yaitu wawancara dan Focus Group Discussion.

Kapan Exploratory Research digunakan?
Exploratory research biasa digunakan oleh perusahaan untuk berbagai tujuan seperti:
  • Untuk memformulasikan rumusan masalah agar lebih jelas.
    Perusahaan terkadang ingin melakukan penelitian mengenai produk mereka namun belum mengetahui apa sebenarnya masalah produk mereka. Untuk itu biasanya perusahaan melakukan studi pendahuluan berupa riset kualitatif, misalnya dengan melakukan FGD kepada beberapa konsumen lama sehingga diketahui kekurangan dari produk atau bagaimana tanggapan konsumen terhadap produk tersebut.
  • Untuk mengidentifikasi berbagai alternatif tindakan.
    Sebagai contoh, perusahaan ingin membuat keputusan apakah akan memfokuskan pada promosi above the line atau below the line. Untuk memperoleh pertimbangan mengenai kebijakan tersebut maka perusahaan melakukan wawancara kepada sejumlah ahli.
  • Untuk membantu membangun hipotesis.
    Hipotesis adalah dugaan sementara dari rumusan masalah. Hipotesis yang baik mempertimbangkan berbagai faktor, namun landasan teori yang tersedia seringkali tidak cukup lengkap. Oleh karena itu kita dapat melakukan riset pendahuluan (prior exploratory research) sebelum melakukan riset yang sebenarnya untuk mengetahui faktor-faktor yang diduga dapat berpengaruh pada variabel yang diteliti.
Exploratory Research dan Qualitative Research Dari tujuan riset eksploratori seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya sebenarnya kita sudah dapat menduga bahwa desain riset eksploratori akan menggunakan metode riset kualitatif. Perbedaan riset kualitatif dengan riset kuantitatif yang sangat jelas adalah dari metode pengumpulan dan analisis data. Secara umum ada dua prosedur untuk riset eksploratori yang menggunakan metode kualitatif: secara langsung dan tidak langsung. Metode langsung artinya peneliti secara langsung, bertatap muka, dengan responden. Metode langsung ini meliputi Focus Group dan Depth Interview. Kemudian metode tidak langsung yaitu dengan cara periset menyamar/ tidak diketahui oleh responden. Dalam melakukan riset kualitatif responden tidak boleh menyadari apa sebenarnya tujuan riset yang kita lakukan karena hal tersebut dapat memanipulasi jawaban. 

B. Metode Riset Konklusif (Conclusive Research) atau Riset Eksplanatori
Riset konklusif adalah tipe riset yang lebih formal dan terstruktur daripada riset eksploratori. Riset ini digunakan untuk menguji variabel-variabel penelitian dan biasanya menggunakan metode analisis data kuantitatif.

Kapan kita menggunakan riset konklusif?
  • Riset konklusif merupakan riset yang paling banyak digunakan oleh perusahaan dan akademisi karena hasil temuan riset konklusif menggunakan angka statistik sehingga paling mungkin digunakan sebagai acuan dalam mengambil keputusan.
  • Biasa digunakan untuk mengukur pangsa pasar, studi pasar (misal: market size, ketersediaan distributor, dan profil konsumen), studi mengenai penjualan (contohnya untuk meneliti pengaruh kemasan terhadap intensi pembelian, dan sebagainya), dan untuk tes pasar.
Apa saja klasifikasi riset konklusif? Riset konklusif dibagi menjadi 2 yaitu riset deskriptif (descriptive research) dan riset kausal (causal research). 


1. Riset Deskriptif (Descriptive Research)
Riset deskriptif adalah riset yang bertujuan untuk mendeskripsikan sesuatu – biasanya karakteristik pasar. Asumsi dasar dalam riset deskriptif adalah peneliti sudah memiliki pengetahuan mengenai apa yang diteliti dan responden pernah mengalami fenomena yang diteliti. Kita tidak dapat melakukan riset deskriptif mengenai “Iphone” kepada responden yang belum tahu “Iphone”. Biasanya pengambilan data riset ini menggunakan survei atau sensus. 
Secara umum sebuah desain riset deskriptif yang baik mengandung spesifikasi yang jelas mengenai:
- Siapa yang menjadi responden?
- Informasi apa yang diperlukan dari responden?
- Kapan informasi tersebut diambil dari responden?
- Dimana menghubungi responden?
- Mengapa informasi tersebut harus diperoleh dari responden?
- Bagaimana caranya memperoleh informasi tersebut?

Riset deskripsi ini dibagi menjadi dua :
a. Cross-sectional research
Cross-sectional research adalah sebuah desain riset dimana data diambil hanya sekali dalam satu waktu tertentu. Data yang diambil bisa dari satu kelompok responden/narasumber (single cross sectional design), bisa juga diambil dari beberapa kelompok responden/narasumber yang berbeda (multiple cross-sectional design).
b. Longitudinal research
Longitudinal research yaitu desain riset dimana data diambil selama interval waktu tertentu dari kelompok responden yang sama. Riset ini bertujuan untuk melihat apakah ada perubahan perilaku responden selama jangka waktu tertentu. Jadi desain riset ini cocok digunakan untuk penelitian yang berkaitan dengan waktu. Misalnya, periset ingin mengetahui bagaimana perilaku konsumen maskapai penerbangan selama musim panas dan musim dingin.

Kekurangan utama riset longitudinal adalah masalah representatif data. Karena responden untuk desain riset ini harus sama selama periode waktu tertentu sementara beberapa faktor dapat mempengaruhi responden seperti kematian, responden yang keluar dari kesepakatan, dan keterbatasan kemampuan perusahaan untuk menyediakan fasilitas penelitian untuk jangka waktu yang lama

Cross-sectional research Vs Longitudinal research
Berikut keunggulan dan kekurangan relatif desain riset cross-sectional dan longitudinal secara umum. Tanda (+) menunjukan keunggulan komparatif, sedangkan tanda (-) menunjukan kekurangan komparatif. 

 


2. Riset Kausal (Causal Research)
Riset kausal adalah desain riset yang bertujuan untuk membuktikan hubungan sebab akibat dari variabel yang diteliti.
Kapan menggunakan desain riset ini? 
Ada dua tujuan dimana riset kausal banyak digunakan yaitu:
  1. Untuk penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor mana yang menjadi penyebab dan yang menjadi akibatnya, serta untuk mengetahui sifat dari hubungan antar faktor tersebut.
  2. Dapat digunakan untuk meneliti responden yang belum pernah mengalami fenomena tersebut. Biasa dengan eksperimen.

    Contoh riset kausal (Causal Research)
    Sebuah produsen obat nyamuk bermaksud untuk meluncurkan produk obat nyamuk jenis baru berbentuk kertas. Produk ini belum pernah ada di pasaran. Untuk menguji apakah bentuk baru tersebut akan lebih disukai oleh konsumen atau tidak, produsen mengujinya melalui eksperimen. Variabel penyebab (independent variable) adalah bentuk baru obat nyamuk. Variabel akibat (dependent variable) adalah kemudahan konsumen menggunakan dan tingkat keluhan konsumen. Responden diberikan sample produk lama dan calon produk baru kemudian periset melihat bagaimana tanggapan responden terhadap produk baru dibandingkan produk lama.

Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "Membuat Research Design : Klasifikasi Desain Riset "

  1. Kunjungi juga blogku di www.solusiriset.asia

    ReplyDelete
  2. Terima kasih atas materinya yang lengkap.

    ReplyDelete
  3. Thanks for sharing...

    ReplyDelete
  4. mau tanya konsep exploratory yg anda jabarkan itu menurut pakar siapa dari buku apa ya? terima kasih

    ReplyDelete
  5. nice post...
    kunjungi jg blog ane
    imamialvidi.blogspot.com

    ReplyDelete